Jika memang engkau melepasnya maka lepaskanlah seutuhnya
Jika memang engkau tak lagi menginginkannya maka bebaskan dia sepenuhnya
Jika memang engkau ingin mencari bahagiamu tanpanya maka jangan menyiksanya dengan ceritamu tentangnya
Jika benar engkau telah mema'afkannya maka jangan lagi mengungkit dosa yang ingin dihapusnya
Jangan menggali luka yang sudah susah payah ia obati
Jangan perlakukan seakan dialah penyebab semua kemalanganmu
Tidakkah kau lihat jauh didalam hatinya ada sumur duka yang terus kau tambah dalamnya
Bukankah engkau yang sepakat untuk saling merelakan?
Bukankah engkau yang memintanya berhenti dan mencari kebahagiaan masing-masing?
Lantas apalagi perlumu mengungkitnya?
Bukankah itu artinya kau tak pernah benar-benar rela?
Engkau tak pernah benar-benar menerima keputusannya
Dimana sosok yang katamu pernah begitu menyayanginya?
Dimana dia yang katamu akan lebih sakit jika melihatnya terluka?
Dimana dirimu yang rela berkorban untuk kebahagiaannya?
Dimana dirimu itu?
Ahh..
Engkau memang tak pernah benar-benar mencintainya
Atau ...
Engkau memang tak pernah benar-benar melupakannya
~Numa~